Rabu, 25 April 2012
Minggu, 22 April 2012
TIPS MUDAH BUAT SKRIPSI
Assalamu’alaikum warahmatullah hiwabarakaatuuh…
Sebagai seorang muslim gue harus ngucapin salam dulu.., dan
lu wajib ngebalas salam gue..
gue serius…!
Udah kayak ustad aja gue.., hahaa
Ehh.., sekarang gue mau berbagi cerita, kisah, story,…
apalagi istilahnya…?? Gue kurang paham ama masalah yang beginian…
Yang pengen gue share kali ini tentang “ SKRIPSI “…
Nah, bagi elu – elu yang pada kuliah., pasti udah paham
banget ama tu kata…,
Dan sebagai mahasiswa yang baik, rajin, pintar, perfect ( lu
boleh gak percaya )… hahaa..., gue harus dan wajib ngebuat tu skripsi…,
Sebenarnya gue pengen banget tau, siapa sih yang nemuin istilah
beginian…bikin pusing kepala
gue..,argghh...
asal lu semua tau selama ini gue mikirin,... kalo semua mahasiswa di
negeri ini harus ngebuat skripsi, tu tumpukan skrip mau di susun dimana ??? ( di tumpuk di gudang juga gak bakalan muat kali...,
atau di bakar ??? -_-“
Kalo di tumpuk, bisa – bisa bakalan lebih tinggi dari gunung
merapi…, hhahaaa…
tips dari gue buat elu yang bakal nyusun skrip...
pertama.., NIAT...,
ehh.., lu jangan ketawa...,
gue gak main - main.., buat skripsi juga perlu niat..., bukan salat aja...
kedua..., MAKAN TERATUR...,
nahh..., kalo lu makan teratur, otomatis kesehatan lu terjaga...
kalo lu sehat.., lu gak akan keganggu buat skrip... hahaaa...
ketiga...,JANGAN BANYAK MIKIR...,
kalo lu kebanyakan mikir.., kapan lu ngebuatnya...
udahlah..., tulis aja yang ada dalam fikiran lu...( tentang gue, jangan lu tulis )...hahaaa
keempat..., TAWAKAL...,
tips yang ini adalah tips yang sangat ampuh...,
gue gak bohong...,
kalo lu tawakal..., apapun yang udah lu lakuin..., gak akan lu sesalin dehh... percaya ama gue
ngomong - -ngomong lu ngerti gak apa tu tawakkal ??? .... makanya.,, mondok di pesantren...,hahaaa...
sebagai penutup gue cuma pengen nyaranin lu semua yang ngebaca ini
" DON'T TRY THIS AT HOME "...., itu pesan terakhir gue..., byee... ^_^
" DON'T TRY THIS AT HOME "...., itu pesan terakhir gue..., byee... ^_^
by : Zulma Hendra
Sabtu, 31 Maret 2012
DAMPAK MODERNISASI DAN GLOBALISASI DAN PERAN ISLAM DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA.
DAMPAK MODERNISASI DAN GLOBALISASI DAN PERAN ISLAM DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA.
A.
Kondisi Indonesia saat ini
Indonesia
di mata dunia masih sangat kurang berkembang. Walaupun dunia pendidikan
Indonesia sudah ada perubahan. Seperti alat-alat sekolah yang semakin beraneka
ragam kecanggihannya. Lalu, adanya pertukaran pelajar antar daerah ataupun
antar negara selain di bidang pendidikan, perubahan juga terjadi pada bidang
politik. Dahulu, Presiden dipilih oleh anggota DPR, tapi sekarang Presiden
dipilih langsung oleh rakyat. Modernisasi dan globalisasi membawa pengaruh juga
pada manusianya. Seperti cara berpakaian yang ke barat-baratan, lalu gaya hidup
Indonesia yang serba wah, serta terang-terangan dalam melakukan free sex yang
mengakibatkan cepat menularnya virus HIV/ AIDS.
B. Dampak Modernisasi dan Globalisasi di Indonesia
Modernisasi
adalah perubahan yang menunjukkan dari masyarakat tradisional ke masyarakat
yang modern. Sedangkan globalisasi adalah adanya peningkatan kualitas, baik
pada diri manusia atau kondisi yang sekarang ini. Dari adanya modernisasi, maka
mengakibatkan dampak-dampak yang secara positif maupun negatif.
Karena
masyarakat kota yang bersifat terbuka akan modernisasi dan globalisasi, maka
kemajuan di dunia pendidikanpun dapat kita rasakan. Karena di desa masih
sedikit akan adanya sekolahan. Maka orang desa, urban ke kota untuk bisa
merasakan pendidikan yang dikira cukup dan berstandart.
C. Pendidikan Islam Indonesia dan
Tantangan Globalisasi
Pembicaraan tentang tantangan agama
perguruan tinggi, pesantren, dan madrasah di era globalisasi harus dilihat
dalam konteks pendidikan Islam, dan bahkan pendidikan nasional secara
keseluruhan. Baik dalam perjalalan sejarah maupun dinamika pendidikan Islam
kontemporer, tantangan-tantangan nasional dan global yang dihadapi pendidikan
Islam semakin kompleks. Tantangan yang dihadapi pendidikan Islam seperti juga
pendidikan nasional tidak sekadar mentransmisikan berbagai pelajaran kepada
peserta didik, tetapi tak kurang pentingnya mengembangkan pendidikan Islam yang
lebih berkualitas bagi anak-anak bangsa, sehingga mereka dapat memiliki
keunggulan kompetitif di era Globalisasi kini dan mendatang.
Tantangan-tantangan dan
masalah-masalah internal pendidikan Islam pascamodernisasi dan tantangan
globalisasi pada hari ini dan masa
depan, secara umum adalah sebagai berikut:
Pertama,
jenis pendidikan yang dipilih dan dilaksanakan. Dengan terjadinya
perubahan-perubahan kebijakan dan politik pendidikan sejak 1970-an dan
peluang-peluang baru seperti diisyaratkan dalam paradigma baru pendidikan
nasional. Kini lembaga-lembaga
pendidikan Islam memiliki peluang dan sekaligus tantangan berkenaan dengan jenis pendidikan yang dapat dipilih dan
diselenggarakan.
Kedua, persoalan identitas diri
lembaga pendidikan Islam tertentu. Pada satu segi, pengakuan atas dan
penyetaraan pendidikan terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam telah membuka
berbagai peluang bagi penyelenggaraan berbagai jenis pendidikan Islam. Tetapi
pengambilan pilihan-pilihan tadi sangat bisa jadi dapat mengorbankan
identitas pendidikan Islam itu sendiri
sebagaimana telah terpatri dalam masyarakat. Di sini terjadi “ Perbenturan antara “ Social expections “ dengan “
academic expectations”. Dan hal ini, terlihat khususnya di pesantren.
Keterlibatan pesantren dalam program-program non-kependidikan seperti
pengembangan pesantren sebagai pusat koperasi, pusat pengembangan teknologi
tepat guna bagi pedesaan, pusat pengembangan pertanian dan peternakan, pusat
penyelamatan lingkungan hidup, pusat pengembangan HAM dan demokrasi, dan
sebagainya juga dapat mengaburkan identitas pesantren.
Lebih jauh, paradigm baru pendidikan
nasional juga sangat menekankan kenyataan bahwa lembaga-lembaga pendidikan
Islam umumnya merupakan “ pendidikan berbasiskan masyarakat “selama
berabad-abad. Pada satu segi, pengakuan ini merupakan perkembangan yang
positif, khususnya menyangkut eksistensi pendidikan Islam itu sendiri. Tetapi
pada segi lain, pengakuan itu secara implisit menuntut peran lebih besar
masyarakat dalam pendidikan Islam. Masyarakat kini dituntut tidak hanya
mendirikan bangunan fisik dan perangkat-perangkat pokok lembaga pendidikan Islam,
tetapi lebih-lebih lagi dalam mengembangkannya menjadi pendidikan yang
berkualitas untuk menyiapkan peserta didika yang memiliki setidaknya
dasar-dasar keunggulan kompetitif tersebut. Di sini, masyarakat pendukung
pendidikan Islam diharapkan dapat menyediakan berbagai prasarana dan sarana
pendukung yang lebih memadai bagi terselenggaranya pendidikan yang mampu
mendorong penanaman dasar-dasar keunggulan kompetitif tersebut.
Ketiga, penguatan kelembagaan dan
manajemen. Perubahan-perubahan kebijakan pendidikan nasional. Misalnya yang
menekankan pada peran lembaga pendidikan Islam sebagai Community based
education dan tantangan-tantangan global mengaharuskan lembaga pendidikan Islam
untuk memperkuat dan memberdayakan kelembagaannya. Kelembagaan pendidikan Islam
haruslah bertitiktolak pada prinsip-prinsip kemandirian (otonom),
profesionalitas, akunbilitas dan kredibilitas.
D. Beberapa Trend Baru Pendidikan
Islam
Dewasa ini lembaga pendidikan Islam
dihadapkan pada tantangan yang lebih jauh lebih kompleks. Disamping berusaha
menciptakan Muslim yang memahami ilmu-ilmu keagamaan dan umum sekaligus,
lembaga pendidikan Islam juga dihadapkan pada keharusan untuk turur serta dalam
pembentukan system sosial-politik dan budaya Indonesia baru. Oleh karena itu,
menjadi sangat signifikan untuk memahami bagaimana lembaga pendidikan Islam
berkembang di tengah perubahan mendasar di tengah Muslim Indonesia.
Tampilnya model sekolah Islam.
Disatu pihak, sekolah Islam mewakili model pendidikan yang dulu dicitakan kaum
Muslimin reformis semisal Muhammadiyah, yang menerapkan prinsip modernitas
dalam system pembelajaran. Namun disisi lain, model sekolah Islam juga
mengadopsi system asmara yang secara tradisional milik pesantren. Lebih dari
itu, sekolah Islam tidak berafiliasi pada ormas-ormas Islam tertentu kuhsunya
NU dan Muhammadiyah yang memiliki perhatian besar dalam penyelenggaraan
pendidikan Islam.
Disamping sekolah Islam, dunia
pendidikan Islam Indonesia juga menyaksikan munculnya model baru pesantren yang
di asosiasikan dengan gerakan salafi radikal.
Ini bisa dilihat pada dua pesantren berbeda dari pesantren pada umumnya.
Kedua pesantren tersebut adalah Hidayatullah di Balikpapan, Kalimantan Timur,
dan Al-mukmin, di Ngruki, Solo, Jawa tengah.
Kedua pesantren tersebut dalam beberapa hal memiliki watak spesifik. Ini
antara lain bisa dilihat dari ideologi pengajaran yang diberikan, yang
memperlihatkan tingkat kedekatan yang tinggi dengan corak gerakan Islam salafi,
yang saat ini memang tengah berkembang di sebagian kalangan Muslim Indonesia.
E.
Rekonstruksi Pendidikan Moral di Era
Global
Suasana moral yang terdapat sekarang
membuktikan, seluruh dunia menghadapi kekacauan moral, baik di dunia barat
maupun dunia timur sampai ke berbagai pelosok desa. Situasi yang menyebabkan
problematika manusia global semakin membengkak dan mengarah kepada selfishness
(egoisme) dan the sense of purposelessness (tidak adanya tujuan hidup)
manunjukkan kesadaran akan nilai-nilai hidup di dunia. Krisis moral yang
melanda umat manusia akhir abad ke-20 memasuki millenium ke-3 di tandai oleh
perubahan.
Menurut Muhammad al-Ghazali, problem
solving dari permasalahan moral umatt di era global harus dikembalikan pada
fitrah manusia selaku hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Seluruh aktivitas
manusia diarahkan pembentukannya kepada moralitas Ilahi. Hal ini dapat ditempuh
dengan merenungkan kembali ikrar Syahadat yang telah diucapkan dengan cara
pembentukkan ‘akidah yang murni. Untuk menerapkan akidah yang murni tersebut
perlu menerapkan kurikulum pendidikan berbasis al-Qur’an yang dipadu dengan
akal pemikiran, dua unsure ini saling terkait dan tak bisa dipisahkan.
Kurikulum pendidikan yang diinginkan al-Ghazali ada dua; kurikulum pendidikan
disekolah dan kurikulum pendidikan dirumah tangga. Orang tua berkewajiban penuh
membimbing dan mengarahkan anaknya kepada pendidikan moral yang berlandaskan
al-Qur’an dengan berbagai metode pendidikan ideal seperti metode pembiasaan,
kisah-kisah qur’ani (nabawi) dan metode uswah al-hasanah, pendidikan moral yang
disesuaikan dengan konteks, pemikiran pedoman dalam merekontruksi kembali
konsep-konsep pendidikan moral yang selama ini belum terkuak secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari.
F.
Peranan Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Era Globalisasi
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk
manusia / pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusai baik
yang berbentuk jasmani maupun rohani. Menumbuh suburkan hubungan harmonis
setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta. Dengan demikian
pendidikan Islam itu berupaya mengembangkan individu sepenuhnya, Maka sudah
sewajarnya untuk dapat memahami hakikat pendidikan islam itu bertolak dari
pemahaman terhadap konsep manusia menurut Islam.
Al-Qur’an meletakkan kedudukan manusia sebagai
khalifah Allah dibumi "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para
Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah)
di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan
Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak
kamu ketahui."
Esensi makna khalifah adalah orang
yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin alam, dalam hal memelihara dan
memanfaatkan alam guna mendatangkan kemaslahatan bagi manusia.
Untuk terciptanya fungsi tersebut yang terintegrasi dalam diri pribadi muslim, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pribadi muslim kepada tujuan akhir pendidikan yang ingin dicapai. Agar peserta didik dapat mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pada tujuan tersebut.
Untuk terciptanya fungsi tersebut yang terintegrasi dalam diri pribadi muslim, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pribadi muslim kepada tujuan akhir pendidikan yang ingin dicapai. Agar peserta didik dapat mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pada tujuan tersebut.
Maka, permasalahan pokok yang sangat
perlu mendapat perhatian adlaah penyusunan rancangan program pendidikan yang
dijabarkan dengan kurikulum. Berpedoman pada lingkup pendidikan Islam yang
ingin dicapai, maka kurikulum pendidikan Islam itu harus berorientasi pada, tercapainya
tujuan hablum minallah, tercapainya tujuan hablum minannas,dan terciptanya tujuan hablum minal’alam.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin. M. (1989), Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Bumi
Aksara.
Burhanudin
Jajat dan Afrianty Dina. (2006), Mencetak
Muslim Modern. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Muhmidayeli.
(2007), Membangun Paradigma Pendidikan
Islam. Pekanbaru: Program Pascasarjana UIN Suska Riau.
Zuhairini,
dkk. (2004), Filsafat Pendidikan Islam.
Jakarta: Bumi Aksara.
Kamis, 29 Maret 2012
CARA MENOLAK CEWEK CANTIK
Eh sorry.., kali ini gue nge post privasi gue...,
haha.., yaahhh sekedar melepaskan beban hidup... jiahaaahaa...
dulu waktu SMA gue orangnya pemalu bangeet ama cewek..., hahahaa...
yang pasti cewek - cewek cantiik lah.., terus satu kelas lagi ama gue, ...
bisa ngebayangin gak lu ?... apalagi kalo tu cewek nyamperin gue.., jantung gue bisa lebih kencang dari putaran ban mobil ... hahaha...
maklumlah sebelumnya gue gak pernah pacaran..., hahaa...
gue kilas balik ya..,
waktu kelas satu SMA, gue pernah tu satu kelas ama cewek ( gak berani gue nyebut nama tu cewek )., orangnya sih gak cantik - cantik amat.., tapi centiilnya bisa ngalahin tante - tante deket rumah gue ...haha...
cowok-cowok di kelas gue abis tu di embat ama tu cewek...,
nahh,, pas giliran gue...,
waktu di kantin.., gue sendirian tu lagi nungguin mie goreng ...haha...( jadi laper gue ) ...
tiba-tiba datang tu cewek nyamperin gue.., terus dia duduk tepat di samping gue..,
mammmpuuuusss..., keringat gue gerimis...
gak nunggu lama.., dia nyapa gue...
cewek : hii...
gue : haii juga ( nada gue agak rendah.., maklum cewek cantik samping gue,, hha )
cewek : sendirian...,?
gue : iya.., (ama sapa lagi.., somplak juga ne cewek)
Singkat cerita, ( malu gue ngelanjutinnya ..,haha ) ... tu cewek nembak gue...
huhhhh..., kali ini jantung gue udah kayak di gantung di gedung lantai 1000 ( ngebayangin gak lu.., kalo sampai jatuh ?? )...
yang perlu lu tau.., cowok-cowok dikelas gue hampir semuanya udah dia pacarin...,
nah sekarang giliran gue..,
yang ada dalam fikiran gue pada saat itu cuma satu..., " nih cewek cantiik banget " (dulu, sekrang biasa aja tu cewek )...
kesempetan ne buat gue macarin cewek yang bisa ngegaet hampir semua cowok di kelas gue.., bisa terkenal ne gue... haha...
akhirnya gue jawab.., " emmm..., kayaknya aku belum bisa ( sok jual mahal ).., "
tu cewek gak ngomong apa-apa..., dia langsung balik ke kelas..,( coba deh lu bayangin muka tu cewek ..,hhaha )...
setelah kejadian itu hati gue ngomong lagi " haha.., akhirnya gue bisa nolak cewek tenar di kelas gue yang udah ngegaet hampir semua cowok di kelas gue "...
dan sampai saat ini gue gak punya pacar ... hahaha...
By : Zulma Hendra
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
1. Defenisi
Psikologi
Psikologi
(dari bahasa Yunani
Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas
psikologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara
langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan
ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau
kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku dan proses mental.
2. Sejarah
Psikologi
adalah ilmu
yang tergolong muda (sekitar akhir 1800an.) Tetapi, manusia di sepanjang sejarah
telah memperhatikan masalah psikologi. Seperti filsuf yunani terutama Plato dan Aristoteles.
Setelah itu St. Augustine (354-430) dianggap tokoh
besar dalam psikologi modern karena perhatiannya pada intropeksi dan
keingintahuannya tentang fenomena psikologi. Descartes
(1596-1650) mengajukan teori bahwa hewan adalah mesin yang dapat dipelajari sebagaimana mesin lainnya. Ia juga
memperkenalkan konsep kerja refleks. Banyak ahli filsafat
terkenal lain dalam abad
tujuh belas dan delapan belas—Leibnits, Hobbes, Locke, Kant, dan Hume—memberikan sumbangan dalam bidang
psikologi. Pada waktu itu psikologi masih berbentuk wacana belum menjadi ilmu
pengetahuan.
Diawali
pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah
laku, yaitu:
·
Psikologi Fakultas
Psikologi fakultas
adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan
mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam
beberapa ‘fakultas’ yang meliputi: berpikir, merasa dan berkeinginan. Fakultas
ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas: kita mengingat melalui
subfakultas memori,
pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.
·
Psikologi Asosiasi
Bagian dari psikologi
kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya
adalah ‘asosiasi ide.’ Dimana ide masuk melalui alat indera dan
diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras,
dan kedekatan.
Dalam
perkembangan ilmu psikologi kemudian, ditandai dengan berdirinya laboratoriumWundt (1879) Pada saat itu
pengkajian psikologi didasarkan atas metode ilmiaheksperimental) Juga mulai diperkenalkan
metode intropeksi, eksperimen, dsb. Beberapa sejarah yang patut dicatat antara
lain:
(
psikologi oleh
Ø F.
Galton > merintis test psikologi.
Ø Charles
Darwin > memulai melakukan komparasi dengan binatang.
Ø A.
Mesmer > merintis penggunaan hipnosis
Ø Sigmund Freud
> merintis psikoanalisa
Walaupun
sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam
kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari
alam, akan tetapi karena kekompleksan dan kedinamisan manusia untuk dipahami,
maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium
psikologi pertama didunia.
Pada
tahun 1879
Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di University of Leipzig, Jerman.
Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah
untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan
berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu
pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui
pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.
Berdirinya
Aliran Psikoanalisa
Berdirinya
Aliran Behavioris
Berdirinya
Aliran Fenomenologis
Psikologi
memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
- Menjelaskan
Yaitu mampu
menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya
penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
- Memprediksikan
Yaitu mampu
meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu
terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
- Pengendalian
Yaitu
mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakanprevensi atau pencegahan, intervesi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan. yang sifatnya
Tingkah laku
dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi Pendekatan neurobiologis
Tingkah
laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf.
Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku
yang terlihat dengan impuls listrik
dan kimiatubuh
serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.
yang terjadi didalam
Menurut
pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus
yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu
kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa
kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh
banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak
sub-aliran.
Pendekatan
kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah
proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam
menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan
reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum
memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
Pendekatan
psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud.
Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga
tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti
keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap
hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
Pendekatan
fenomenologi ini lebih
memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku
sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep
tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran
atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat
tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
5. Kajian Psikologi
Psikologi
adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi
dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam
dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial.
Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
Psikologi
perkembangan Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan
manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan
berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena
sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi
sosial.
Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian,
karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut.
Bidang
ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
1.
Studi tentang pengaruh sosial terhadap
proses individu, misalnya : studi tentang persepsi,
motivasi
proses belajar, atribusi (sifat).
2.
Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti
bahasa,
sikap sosial, perilaku meniru dan
lain-lain.
3.
Studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan,
komunikasi
hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, persaingan, konflik.
Psikologi
kepribadian Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia
dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan
individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam
berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
Psikologi
kognitif Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi,
seperti: Persepsi,
proses belajar,
kemampuan memori,
atensi,
kemampuan bahasa
dan emosi.
6. Wilayah Terapan Psikologi
Wilayah
terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan.
walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang Indonesia
dengan spesialisasi
membuat wilayah terapan ini rancu, misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan
mungkin saja bekerja pada HRD sebuah perusahaan,
atau sebaliknya.
Psikologi
pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga
hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi
sosial digunakan di psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan mempelajari
bagaimana manusia
belajarpendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan
organisasi sekolah.
dalam setting
Psikologi
sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan
kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.
Psikologi industri
memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerjaindividu, sedangkan psikologi organisasi
mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan
anggota-anggotanya.
suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh
Penerapan
psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk
meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human
error).
Psikologi
klinis Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam
memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang normal.
Parapsikologi
adalah salah satu cabang psikologi (Tart, 2004; Aspinwall & Staudinger,200;
Broughton, 1991; Edge, Morris, Palmer, & Rush, 1986; Irwin, 1999; Radin,
1997 dalam Targ, Schlitz & Irwin, 2000.
Parapsikologi
adalah cabang dari ilmu pengetahuan (science) psikologi yang menguraikan
kemampuan dan fenomena paranormal (psychic) (Rhine dalam Kaniasari, 1997).
Diantara penelitiannya yaitu komunikasi langsung satu pikiran ke pikiran lain
(telepati), pengetahuan ganjil dari peristiwa jarak jauh (clairvoyance),
pengetahuan dari masa depan (precognition) dan kemampuan pikiran
mengerakkan benda (psychokinesis) (Targ, Schlitz & Irwin, 2000).
Bila
penyelidikan dikontrol dalam latar belakang laboratorium berdasarkan proses
paranormal yaitu extrasensory atau psychokinetik dinamakan psi.
Jadi, psi adalah konstruk hipotetis yang dianggap terhubung dengan
transfer ganjil (anomalous) atau informasi/energi karena keberadaanya
mendapatkan dukungan bukti yang objektif (Bem & Honorton dalam Targ,
Schlitz & Irwin, 2000). Penjelasan potensi umat manusia bisa dijelaskan
dengan sangat memuaskan ketika berpatisipasi dalam penelitian tentang berbagai
kemungkinan keberadaan manusia secara bersama (humankind). Suatu hal yang wajar
bila berbicara skor-skor extra sensory perception didalam laboratorium
atau laporan-laporan kasus spontan.
Bagaimanapun
juga, penjelasan akhir tersebut mempelajari sesuatu tentang kemampuan pikiran
untuk proses informasi dalam cara-cara yang tidak konvensional. Hal ini memang
dapat memperluas pengetahuan kita saat ini. Berdasarkan hal tersebut,
parapsikologi adalah bagian dari munculnya bidang psikologi positif, psikologi
yang mengabdikan pada perkembangan-perkembangan dan kekuatan-kekuatan menuju
kemampuan positif (Aspinwall & Staudinger, 2003)dan parapsikologi telah
diakui sebagai bagian dari cabang psikologi lainnya yaitu psikologi
transpersonal (lihat Lajoie & Shapiro, 1992; Tart, 2004 ).
- Psikologi Bukan Ilmu Pengetahuan
Psikologi
telah memiliki syarat untuk dapat berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan
terlepas dari Filsafat.
(Syarat Ilmu Pengetahuan: Memiliki objek (Tingkah laku), memiliki metode penelitian
(sejak laboratorium Wundt didirikan psikologi telah membuktikan memiliki metode
ilmiah), sistematis,dan bersifat universal.
- Salah penggolongan
Berbagai
hal yang berbau kepribadian sering dimasukan kedalam psikologi, semisal:
ramalan-ramalan seputar kepribadian (palmistry, chirology, dll.) sehingga terbentuk
pandangan tentang psikologi bukanlah ilmu pengetahuan.
- Terjebak dengan kata Psikotes
Psikologi
bukan hanya psikotes, tetapi inilah bagian dari psikologi yang paling populer di masyarakat.
Banyak kalangan yang sinis dengan psikologi karena psikotes, bagaimana psikolog
dapat memvonis potensi seseorang dengan hanya serangkaian
tes. Sesungguhnya masih banyak metode lain yang dapat digunakan, akan
tetapi seringkali metode ini dipilih untuk alasan efisiensi.
- Psikologi melakukan dehumanisasi
Kebalikannya,
psikologi memandang setiap individu adalah unik, bahkan psikotes
dilakukan untuk lebih memahami keunikan dari setiap individu. Justru, kalangan
yang menyamaratakan setiap individu secara tidak langsung memvonis manusia
adalah robot (dehumanisasi) yang tidak memiliki keunikan
satu sama lainnya.
Daftar Pustaka
Ø
Atkinson, Pengantar Psikologi. Interaksara,
Batam. (2 jilid)
Ø
Aspinwall, L. G., & Staudinger, U. M. (Eds.)
(2003). A psychology of human strengths: Fundamental questions and future
directions for a positive psychology. Washington, DC: American Psychological Association.(**silahkan
baca di perpustakaan fakultas psikologi Universitas Indonesia atau atau kutipan
buku tersebut bisa dilihat di Alvarado, C. 2003. Reflection on being a
parapsychologist. The journal of parapsychology. Vol.67 silahkan telusuri dan
download jurnal tersebut di http://www.proquest.com/ harap ingat:
karena membutuhkan account id dan password maka gunakan di Universitas yang
berlangganan proquest.)
Ø
Chaplin, James P., Kamus Lengkap Psikologi.
Rajawali Press, Jakarta, 2005. ISBN
979-421-215-6
Ø
Kaniasari. 1997. Belief mahasiswa terhadap
fenomena paranormal: Studi deksriptif pada mahasiswa semester dua yang tinggal
di Jakarta Selatan dan hubungan dengan belief orang tua mereka terhadap
fenomena paranormal. Skripsi. Fakultas Psikologi. Depok: Universitas
Indonesia.(**silahkan baca di perpustakaan fakultas psikologi Universitas
Indonesia).
Ø
Targ, E., Schlitz, M., & Irwin, H.J. (2000).
Psi-related experiences In E. Cardeña, S. J. Lynn., & S. Krippner (Eds.),
Varieties of anomalous experience. Washington, DC: American Psychological
Association (** silahkan baca buku tersebut di perpustakaan fakultas psikologi
Universitas Atmajaya)
Ø
Lajoie, H.J., & Shapiro, S.I. 1992.
Definitions of transpersonal psychology:The First Twenty-Three Years. The
Journal of Transpersonal Psychology. Vol.24. (1). 79-98.(** silahkan baca
jurnal tersebut di perpustakaan fakultas psikologi Universitas Indonesia atau
download di http://www.atpweb.org/journal.asp
namun anda harus berlangganan jurnal tersebut dengan membayar sehingga dapat
mendownload journal of transpersonal psychology semuanya)
Ø
Tart, C.T. 2004. On the scientific foundations
of transpersonal psychology: Contributions from parapsychology. The Journal of
Transpersonal Psychology. Vol.36. (1). 66-90. (**silahkan telusuri dan download
jurnal tersebut di http://www.proquest.com/ harap ingat:
karena membutuhkan account id dan password maka gunakan di Universitas yang
berlangganan proquest atau bisa juga melalui http://www.atpweb.org/journal.asp
namun anda harus berlangganan jurnal tersebut dengan membayar sehingga dapat
mendownload journal of transpersonal psychology semuanya)
Ø
Sudarsono, Pengantar Kuliah Psikologi Umum, Fak.
psikologi Unas Pasim, 2004.
Ø
Suryabrata, Sumadi, Psikologi Kepribadian.
Rajawali Press, Jakarta, 1982. ISBN
979-421-044-7
Langganan:
Postingan (Atom)


